Menuju Era Ekonomi Digital, UMKM Didorong Go Online

JAKARTA – Kementerian Koperasi dan UKM bersinergi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika, pemerintah daerah dan pelaku bisnis e-commerce mengampanyekan Gerakan Nasional digitalisasi usaha mikro kecil menengah (UMKM). 

Gerakan ini didukung oleh dua program pemerintah, yaitu 8 juta UMKM dan ekonomi kerakyatan. Hal ini dalam rangka mewujudkan visi ekonomi Indonesia 2020  menjadi “The Digital Energy of Asia” yang menargetkan pertumbuhan transaksi e-Commerce sebesar USD 130 miliar.  
Melalui visi ini ingin dicapai kekuatan ekonomi nasional berbasis UMKM yang disebut sebagai representasi ekonomi rakyat yang dapat menyerap tenaga kerja sekitar 90% serta memberikan kontribusi sebesar 58% pada Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional. 

Terlebih lagi, hasil survei menunjukkan, berjualan secara online dapat meningkatkan pendapatan UMKM hingga 26% dan meningkatkan penyerapan  kerja yang berimbas pada peningkatan ekonomi nasional secara berkala dan bertahap.

“Saat ini ada 3,79 juta pelaku bisnis UMKM yang telah memanfaatkan teknologi digital atau bisnis e-commerce,” kata Asisten Deputi Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Herustiati dalam keterangan tertulis, Rabu (8/11/2017). 

Herustiati mengatakan Kemenkop dan UKM telah membuat berbagai kebijakan dan program dalam mengembangkan koperasi dan UMKM menuju ekonomi digital. Kebijakan itu antara lain Pendaftaran Badan Hukum Koperasi dan Perubahan Anggaran Dasar Koperasi Online;  Peningkatan kapasitas SDM KUMKM dan Mahasiswa sebagai Techno-preneur; Pengembangan PLUT melalui Kampung UKM Digital, bekerja sama dengan PT Telkom Tbk.

Gerakan UMKM Go Online dilaksanakan serentak di 13 kota yaitu Medan, Jambi, Palembang, Bekasi, Bogor, Balikpapan, Denpasar, Semarang, Tangerang Selatan, Bandung Barat, Purwakarta, Sidoarjo dan Surabaya. Peresmian Gerakan Nasional UMKM Go Online akan diadakan pada 15 November di Jakarta. 

Sementara, pelaku e-Commerce yang dilibatkan dalam gerakan ini adalah BLANJA.com, MatahariMall.com, Lazada, Shopee, Blibli, Tokopedia dan Bukalapak.

Sumber : sindonews.com

Be the first to comment

Leave a Reply